IT INVENTORY SOLUTION
Solusi IT Inventory Tanpa Reinvestasi
APKB siap membantu Anda melakukan pendayagunaan IT Inventory tanpa perlu melakukan reinvestasi. Kami memahami bahwa perusahaan Anda telah berinvestasi sebelumnya, dan tentu akan menjadi beban apabila harus mengeluarkan biaya investasi lagi, karena itu, fokus Kami adalah membantu Anda menyediakan vendor IT Inventory yang sudah berkesesuaian dengan aturan dan bersedia tanpa investasi awal lagi. Silakan hubungi Kami, Kami siap membantu Anda.
IT Inventory yang berdaya guna adalah sistem yang mampu mengumpulkan data valid, mengolahnya menjadi informasi bernilai, dan dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan bisnis.
Apakah IT Inventory Anda Berdaya Guna?
Jika IT Inventory di perusahaan Anda di-shutdown bertahun-tahun dan pabrik tetap bisa beroperasi, maka inilah indikator utama mengapa denda, sanksi, dan temuan audit terus terjadi.

| Kriteria | Penjelasan |
|---|---|
| Subsistem dengan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Perusahaan | IT Inventory harus menjadi bagian dari Sistem Informasi Akuntansi perusahaan atau menggunakan basis data yang sama sehingga transaksi barang dan transaksi keuangan saling terhubung, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. |
| Memenuhi Kriteria VALART (Valid, Lengkap, Akurat, Real Time, dan Traceable) | Data yang dikelola harus valid, lengkap, dan akurat sesuai kondisi sebenarnya. Sistem harus memperbarui data secara real time serta mampu menelusuri asal-usul, pergerakan, dan posisi barang secara jelas dan berkesinambungan. |
| Dilaksanakan Secara Konsisten | Pengelolaan IT Inventory harus dilakukan secara berkesinambungan pada setiap transaksi barang dengan dukungan SDM yang kompeten, perangkat keras dan perangkat lunak yang memadai, serta SOP/SPI yang diterapkan secara konsisten oleh perusahaan. |
| Terdapat Mekanisme Evaluasi Rutin oleh Manajemen Perusahaan | Perusahaan harus melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan IT Inventory untuk memastikan sistem berjalan sesuai ketentuan. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari audit internal dan digunakan sebagai dasar perbaikan serta peningkatan pengelolaan IT Inventory secara berkelanjutan. |
| Kategori | Deskripsi |
|---|---|
| Kategori A (Integrated System) | IT Inventory merupakan bagian dari Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan menggunakan satu sistem yang terintegrasi. |
| Kategori B (Mirroring Database / Interface) | IT Inventory dan SIA merupakan sistem yang berbeda, tetapi menggunakan basis data yang sama atau terhubung melalui interface. |
| Kategori C (Standalone System) | IT Inventory dan SIA berdiri sendiri serta tidak terintegrasi satu sama lain. |
IT Inventory merupakan salah satu elemen utama dalam pengelolaan Kawasan Berikat yang berfungsi sebagai sarana pengawasan, pencatatan, dan pertanggungjawaban arus barang secara akurat, transparan, dan dapat ditelusuri. Sistem ini tidak berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) perusahaan atau menggunakan basis data yang sama sehingga seluruh transaksi barang dan keuangan dapat saling mendukung serta menghasilkan laporan yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keandalan IT Inventory ditentukan oleh kualitas data yang dikelola. Setiap dokumen yang diinput harus lengkap, valid, dan akurat sesuai kondisi riil di lapangan. Pencatatan jumlah barang masuk dan keluar harus berdasarkan perpindahan fisik barang, bukan semata-mata berdasarkan dokumen komersial. Sistem juga perlu mendukung konversi satuan untuk menjaga keseragaman data serta memastikan seluruh transaksi tercatat secara real time sehingga perubahan saldo barang dapat langsung terbarui pada saat transaksi terjadi.
Aspek traceability atau kemampuan telusur menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian IT Inventory Kawasan Berikat. Sistem harus mampu menelusuri asal-usul bahan baku pembentuk barang jadi, dokumen kepabeanan yang terkait, posisi barang di gudang maupun proses produksi (Work In Process/WIP), serta membedakan status barang berdasarkan asalnya melalui penggunaan kode unik yang diterapkan secara konsisten. Dengan kemampuan telusur yang baik, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pengawasan dan mempercepat proses pemeriksaan maupun audit.
Pengelolaan IT Inventory juga harus didukung oleh infrastruktur teknologi yang memadai, meliputi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia yang kompeten. Perusahaan perlu memiliki prosedur operasional standar (SOP) yang jelas dan diterapkan secara konsisten pada setiap perpindahan barang. Selain itu, perusahaan wajib memastikan ketersediaan mekanisme pencadangan (backup) dan pengarsipan data yang andal, termasuk kemampuan menyimpan data dalam jangka panjang dan menyediakan akses data historis ketika diperlukan.
Dari sisi pengendalian internal, IT Inventory harus menerapkan sistem otorisasi yang ketat melalui pembatasan hak akses berdasarkan fungsi dan tanggung jawab masing-masing pengguna. Pemberian kewenangan, termasuk hak akses super user dan otorisasi perubahan data, harus dilakukan secara terbatas dan terdokumentasi dengan baik. Sistem juga harus memiliki rekam jejak aktivitas (audit trail) yang mencatat siapa yang melakukan perubahan, kapan perubahan dilakukan, dan data apa yang diubah, sehingga akuntabilitas pengelolaan data dapat terjaga.
Sebagai sarana pertanggungjawaban fasilitas Kawasan Berikat, IT Inventory harus mampu menghasilkan laporan yang dipersyaratkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, antara lain laporan pemasukan barang, pengeluaran barang, mutasi bahan baku, mutasi barang jadi, mutasi barang dalam proses, mutasi barang modal, dan mutasi barang reject atau waste. Seluruh laporan tersebut harus dapat diakses, ditampilkan, dan diunduh dengan baik oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengelolaan persediaan melalui IT Inventory juga harus didukung oleh proses stock opname yang terstruktur. Hasil stock opname perlu dicatat dalam sistem, dibandingkan dengan saldo buku, serta ditindaklanjuti melalui mekanisme penyesuaian (adjustment) yang terdokumentasi. Setiap selisih antara data sistem dan kondisi fisik harus dapat ditelusuri penyebabnya sehingga perusahaan dapat menjaga tingkat akurasi persediaan dan meminimalkan risiko ketidaksesuaian data.
Bagi perusahaan manufaktur, kemampuan pengelolaan konversi bahan baku menjadi barang jadi juga menjadi faktor penting. Sistem harus mampu mengelola Bill of Material (BOM), membandingkan konsumsi bahan baku aktual dengan standar yang ditetapkan, serta memastikan seluruh proses penelusuran barang mengacu pada kode unik yang konsisten. Dengan demikian, hubungan antara bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi dapat dipantau secara akurat.
Untuk menjaga efektivitas implementasi, perusahaan perlu melakukan evaluasi berkala terhadap pengelolaan dan pemanfaatan IT Inventory. Evaluasi harus dilaksanakan berdasarkan SOP yang telah ditetapkan, didokumentasikan secara memadai, serta dilaporkan kepada manajemen dan pihak terkait sesuai kebutuhan. Hasil evaluasi tersebut harus menjadi dasar dalam pelaksanaan tindakan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan.
Lebih lanjut, perusahaan dapat meningkatkan nilai tambah IT Inventory melalui penerapan teknologi seperti host-to-host dokumen kepabeanan, penggunaan QR Code atau barcode pada proses pemasukan dan pengeluaran barang, serta pembentukan fungsi atau divisi khusus yang menangani pengelolaan teknologi informasi dan IT Inventory. Penerapan berbagai fitur tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kepatuhan, akurasi data, dan kualitas tata kelola Kawasan Berikat secara keseluruhan.
MARI BERTUMBUH
DAN PATUH BERSAMA
Sampaikan kebutuhan, tantangan, atau rencana pengembangan perusahaan Anda. APKB siap menjadi mitra dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan melalui penguatan kepatuhan, peningkatan tata kelola, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat.
Jika perusahaan Anda ingin:
- Mengajukan fasilitas Kawasan Berikat
- Memperkuat kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai
- Meningkatkan tata kelola dan efektivitas operasional Kawasan Berikat
- Mendapatkan pendampingan dan konsultasi terkait regulasi Kawasan Berikat
Hubungi kami untuk memulai diskusi dan mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Tim APKB siap membantu menjawab pertanyaan dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan perusahaan Anda.
09.00 – 16.00 WIB